Laporan Diksar IX MARABUNTA
DIKSAR
IX MARABUNTA
Marabunta
kembali melakukan pendiksaran ke-IX pada tanggal 5 Juli 2021. Diksar kali ini
mengangkat tema “Berani Untuk Tabah, Berjuang Untuk Tangguh”. Adapun peserta
yang telah resmi menjadi anggota muda berjumlah 5 orang telah melewati beberapa
tahapan yaitu sosialisasi, pendaftaran, wawancara, seleksi fisik & mental, indoor & bina jasmani, outdoor. Kegiatan ini berlangsung selama
5 hari yang berlangsung dari tanggal 5-9 Juli 2021 di Lekolappang, Kabupaten
Gowa.
Deskripsi Lokasi
Di hari
pertama tiba di Desa Manimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Lokasinya
cukup strategis karena berada di tengah-tengah kediaman warga. Air bersih dan
kebutuhan berbenah terpenuhi. Suasana sejuk khas pedesaan sangat terasa disini.
Melangkah ke lokasi pendiksaran, Lekolappang memiliki pemandangan yang sangat
indah. Udara dingin, sungai yang airnya cukup bersih serta pepohonan yang
menjulang tinggi menjadi daya tarik tersendiri untuk mengadakan kegiatan
disini.
Masalah yang Dihadapi
Didalam kelompok, masalah yang kami hadapi adalah kurangnya kesadaran untuk menjalankan tugas dengan tepat waktu di awal-awal kegiatan. Namun lama-kelamaan kami sudah bisa tepat waktu. Pada hari pertama survive, kamu juga sedikit kewalahan dikarenakan kurang bertanya sehingga kami survive dengan bahan seadanya. Sedangkan masalah yang saya hadapi sendiri adalah pada saat survive individu. Saya cukup kesulitan mendirikan bivak namun saya kembali mengingat apa apa saja yang dilakukan ketika mendirikan bivak kelompok hingga akhirnya bivak saya pun berdiri. Saya juga cukup kesulitan ketika hendak menyalakan api. Bahan bakar ynag saya bawa sudah habis saat survive kelompok dan ranting kering yang sulit ditemukan karena cuaca yang kurang bersahabat. Saya juga kucup bertahan melawan dingin.
Insight
` Insight yang
saya dapatkan mulai dari hari pertama hingga akhir pendiksara ada sangat
banyak. Kerja sama tim, berusaha untuk tidak mementingkan ego serta belajar
tepat waktu dan menghargai waktu sangat saya rasakan. Saya sadar bahwa saya membutuhkan
orang lain. Saya belajar bahwa saya harus menerima keputusan yang bahkan tidak
sesuai dengan apa yang saya harapkan.
Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan selama pendiksaran:
- Pemandangan
di desa serta perjalanan menuju tempat pendiksaran yaitu desa yang masih sangat
terjaga keasriannya menjadi kepuasan tersendiri saat memandangnya
- Pemandangan di tempat pendiksaran juga sangat indah
terutama pemandangan langit malam saat sedang tidak hujan
- Adanya
sumber air yang sangat membantu
- Kebersamaan
dengan sesame peserta yang belum pernah saya rasakan sebelumnya
- Kami
menjadi lebih akrab dan saling tahu sesame peserta
Kekurangan selama pendiksaran:
- Susahnya mencari makanan dari alam
- Dikarenakan cuaca yang sering hujan membuat tanah menjadi becek sehingga kami menjadi lebih cepat kotor
- Banyak kotoran sapi akibat sapi warga yang di ternak disekitar lokasi pendiksaran
- Kurangnya persiapan pada saat keadaan dingin
- Kurangnya bahan bakar yang saya bawa di survive kit
Saran
Saran saya
untuk kegiatan diksar kedepannya sebaiknya dilakukan pada saat cuaca sedang
bersahabat karena musim hujan yang kami alami saya rasa sedikit memberatkan.
Cuaca dingin ditambah curah hujan yang tinggi cukup membuat kami kesulitan
bertahan di malam hari.
Lampiran
Laporan ditulis oleh Aisyah Auliah Rahmat (Dryad)





Komentar
Posting Komentar