Stalgy System (Social Digital Technology System) Inovasi Pemanfaatan Barang Tidak Terpakai Berbasis Platform Sebagai Upaya Meminimalisir Perubahan Iklim [ Karya Esai Nusantara Berkarya 2021 ]
oleh Mohamad Anang Prasetyo, Ilmah Nurma Yanti
PENDAHULUAN
Perubahan iklim merupakan sebuah komdisi dimana bumi ini
mengalami perubahan kondisi
atmosfernya seperti perubahan suhu dan distribusi curah hujan yamg berdampak luas bagi sektor kehidupan manusia.
Perubahan iklim ini menjadi
ancaman serius, selalu berkembang dan
bersifat multidimensional karena berbagai bidang turut terancam seperti bidang transportasi, pertanian, ekonomi dan lain
sebagainya. Tentu hal tersebut dapat menggoyahkan kehidupan manusia diberbagai tingkatan.1 Perubahan ikilm juga terjadi
akibat pemanasan global karena pola dan aktivitas
manusia yang sembarangan dan tidak menjaga
lingkungan. Dari hal terkecil seperti
dalam buang sampah sembarangan, pemanfaatan barang bekas. Berdasarkan hasil peneletian mengenai
persepsi masyarakat terhadap
perubahan iklim yang telah dilakukan
oleh Mannandhar et.all, 45% rumah
tangga merasakan dampak perubahan iklim secara pribadi.
Karena kebanyakan rumah tangga tersebut bermata pencaharian sebagai
petani.2 Selain itu perubahan iklim juga
dapat disebabkan oleh karbondioksida atau CO2

Gambar 1. Besaran Emisi
Karbondioksida yang dihasilkan Negara Maju
Sumber: Our World
in Data based on the Global Carbon Project, 2020
Berdasarkan gambar
diatas menunjukkan bahwa emisi karbon
didominasi oleh negara
maju, namun dampaknya lebih banyak dirasakan oleh negara
![]()
1 Humphrey Wangke, Kerjasama
Internasional Mengatasi Perubahan Iklim, Info Singkat, vol. XII no. 15, 2021,
hal. 8.
2 Diana Nurhayati,
dkk, Persepsi dan Strategi Adaptasi Masyarakat terhadap Perubahan Iklim di kawasan Asia Tenggara, Jurnla Proteksi:
Jurnal Lingkungan Berkelanjutan, vol. 1 no. 1, 2020, hal. 40.
berkembang yang
menanggung perubahan iklim.3 Dampak perubahan iklim tersebut dapat merugikam perekonomian karena negara-negara berkembang seperti salah satunya negara Indonesia ini bermata pencaharian sebagai petani yang dalam
melakukan kegiatan pertaniannya mengandalkan perkiraan cuaca dan iklim dan
mempengaruhi pula pada hasil
panennya.
Perilaku manusia sendiri kurang menjaga lingkungan sehingga kondisi lingkungan tidak stabil dan dapat berakibat
fatal, tidak hanya bagi beberapa
kelompok saja namum dapat pula
berdampak untuk alam semesta. Kurang
dapat memannfaatkan yang ada contohnya. Membeli barang-barang baru dengan memangkrakan barang lama menjadi
tumpukan sampah yang hanya menjadi
limbah. Kesadaran akan pemanfaatan barang lama yang tidak terpakai
sangat penting untuk membantu
mengurangi limbah-limbah yang menjadi polusi yang dapat meningkatkan pemanasan global. Pemanfaatan barang tidak terpakai imi perlu digalakan baik itu didaur ulang ataupun disalurkan kepada
orang lain yang lebih membutuhkan.
Mengingat Indonesia imi menjadi
negara peringkat pertama
sebagai negara dermawan di
dunia menurut Charities Aid Foundation (CAF). Hal tersebut didukung
oleh masyarakat yang menyumbangkan uang atau hartanya
untuk membayar kewajiban
zakat. Antusiasme masyarakat patut diapresiasi karena senantiasa
melakukan gotong royong.4 Memberikan barang yang tidak terpakai kepada orang yang membutuhkan salah satu
hal yang positif, asalkan masih layak untuk digunakan. Hal tersebut dapat membantu seseorang
dalam memenuhi kelangsungan hidupnya dan membantu
pemerintah dalam melakukan
pembangunan untuk mengatasi kemiskinan sekaligus meminimalsisir
perubaham iklim dari hal
terkecil.
3 Humphrey Wangke,
Op.Cit, hal.8-9.
4 Arfyana Citra Ayu. (2021, Juli 28). Di tengah pandemi, Indonesia jadi negara paling dermawan di dunia. Diakses pukul 12.27 WIB dari https://nasional.kontan.co.id.
Dengan kemajuan teknologi
yang begitu pesat dapat dijadikan senjata
untuk meminimalisir perubahan iklim sekaligus meningkatkan kondisi
ekonomi, maka dapat dijadikan sebagai
senjata bagi penulis untuk menciptakan inovasi baru dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia yaitu
dengan membuat program gerakan
pemanfaatan barang yang sudah tidak terpakai. Program usulan tersebut
dengan judul “Stalgy System (Social Digital
Technology System) InovasiPemanfaatan Barang Tidak Terpakai
BerbasisPlatform Gudang Amal sebagai
UpayaMewujudkan Socioeconomic Welfare di EraPandemi Covid-19”. Tujuan dari program ini adalah gerakan
pemanfaatan barang yang sudah tidak terpakai
melalui platform Stalgy Systemdalam
menjembatani seseorang untuk memberikan
barang yang sudah tidak terpakai agar disalurkan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan, seperti di
berbagai yayasan sosial dan daerah yang sedang tertimpa
musibah.
PEMBAHASAN
Dalam
upaya untuk meminimalisir terjadinya perubahan iklim perlu adanya tindakan preventif dimulai dari
diri sendiri. Sehingga dapat terciptanya iklim yang kondusif dan terjaga kestabliannya sekaligus membangun perekonomian dari hal terkecil.
Masih banyak masyarakat yang sulit dalam memenuhi kelangsungan hidupnya, apalagi masyarakat yang membutuhkan. Dengan memanfaatkan barang yang sudah
tidak terpakai, maka dapat membantu mereka dalam meningkatkan kesejahteraannya sekaligus mengurangi limbah barang
yang tidak terpakai. Daripada barang-barang bekas tersebut sudah tidak terpakai lagi, maka akan jauh lebih baik
jika diberikan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan.
Oleh karena itu, penulis memberikan program usulan yakni gerakan pemanfaatan barang yang sudah tidak
terpakai melalui platform Stalgy System untuk menjembatani seseorang dalam
memberikan barangnya yang sudah tidak terpakai
guna disalurkan kepada yang lebih membutuhkan, seperti ke yayasan sosial dan daerah yang sedang tertimpa musibah.
Sehingga dapat terciptanya kesejahteraan sosial secara merata. Platform
ini masih dalam konsep dan perencanaan penulis.
Agar platform ini bisa segera dijalankan, maka penulis
membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, yakni perlu
adanya sinergitas atau kerja sama dengan stakeholder dan volunteer.

![]()
![]() |
|||||||
![]() |
|||||||
![]()
Gambar. Kerangka Berfikir
Program
Keterangan :
1. Aplikasi Stalgy System
Aplikasi
Stalgy System merupakan aplikasi yang masih baru dan dalam
rancangan konsep penulis.
Kegunaan dari aplikasi ini
yaitu untuk menjembatani seseorang dalam memberikan
barangnya yang sudah tidak terpakai guna disalurkan kepada yang lebih membutuhkan, seperti
ke yayasan sosial dan daerah
yang sedang tertimpa musibah. Sehingga dapat
terciptanya kesejahteraan sosial secara merata.
2. Fitur Aplikasi
Di dalam Aplikasi tersebut
terdapat fitur penggunaan yang
nantinya dapat mempermudah pengguna
dalam mengoperasikannya, fitur
tersebut di antaranya adalah
sebagai berikut :
a) Log in
Pada tampilan awal aplikasi Stalgy System, akan ditampilkan dua pilihan untuk
log in yaitu “masuk” dan “ mendaftar”. Menu masuk
digunakan jika pengguna
sudah mendaftarkan akun sebelumnya. Namun, jika pengguna belum memiliki akun
maka dapat mendaftar menggunakan akun google, facebook,
ataupun line. Pada saat awal mendaftar,
pengguna akan diminta untuk mengisi biodata diri sebagai persyaratan agar segala kegiatan yang dilakukan pengguna
dalam platform Stalgy System
dapat dipertanggung jawabkan. Setelah masuk dalam
platform Stalgy System, pengguna mendapat 5 fitur yaitu fitur donasi, yayasan, volunteer,
pengiriman, dan pengaturan.
b) Fitur Donasi
Fitur donasi merupakan sebuah fitur yang mengajak pengguna
untuk berdonasi kepada yayasan atau
korban bencana. Didalam fitur tersebut ada 3 bagian yang perlu diisi. Pertama, gambar barang yang akan didonasikan. Pengguna dapat mengambil
barang yang akan didonasikan dengan
kamera kemudian diupload ke dalam platform Stalgy System. Kedua, kategori barang. Pengguna dapat
memilih kategori barang yang akan
didonasikan. Seperti, peralatan sekolah, pakaian, peralatan rumah tangga,
dan lain-lain. Ketiga,
kategori penerima. Pengguna
dapat memilih penerima barang
tersebut. Seperti anak-anak, orang dewasa, lansia,
atau umum. Setelah selesai mengisi 3 bagian tersebut, pengguna dapat mensubmit
untuk proses penguploadan.
c) Informasi Tempat
Penyaluran Barang
Fitur tersebut memberikan informasi mengenai tempat yayasan
atau daerah untuk pendistribusian
barang. Data dari yayasan atau daerah yang
tertera nantinya didapatkan dari dinas sosial. Yayasan yang ada di dalam fitur tersebut adalah yayasan yang
sudah resmi dan telah terdaftar di pusat.
d) Volunter
Fitur volunteer merupakan fitur yang mengajak pengguna
untuk turut serta menjadi
relawan di suatu tempat. Didalam
fitur volunteer ini relawan bergerak dibidang penyaluran
barang yang sudah tidak terpakai yang akan disalurkan
ke suatu daerah atau yayasan
terdekat.
e) Proses Pengiriman
Dalam fitur ini nantinya donatur dapat memantau keberadaan
barang yang sudah didistribusikan pada fitur pengiriman. Sehingga donatur tidak perlu khawatir mengenai kegiatan
penyaluran barang. Pengiriman ini
memerlukan waktu sekitar 2-7 hari tergantung dengan sedikit atau banyaknya yang akan didistribusikan ke
yayasan atau daerah. Donatur akan mendapatkan notifikasi ketika barang sudah berada di tempat penerima..
f) Pusat Bantuan
Jika pengguna mendapati
kendala, maka pengguna
dapat membuka pusat bantuan yang ada didalam pengaturan.
Selain itu pengguna dapat melihat riwayat
yang telah dikerjakan di platform Stalgy
System, seperti riwayat donasi
dan riwayat tugas. Pengguna juga dapat mengedit profil jika terdapat
kesalahan biodata ketika melakukan pendaftaran.
3.
Sinergitas
Agar program ini dapat segera direalisasikan, maka perlu adanya sinergitas dengan
pihak-pihak terkait, diantaranya yaitu :
a) Pemerintah (Dinas
Sosial)
Peran Pemerintah dalam program ini sangatlah penting,
mengingat semua keputusan atau
kebijakan ada di tangan pemerintah, diharapkan
dukungan materi dan non materi juga berpengaruh terhadap perealisaian program ini. Selain itu peran pemerintah
juga sebagai informan terkait tempat penyaluran barang.
b)
Volunteer
Volunteer disini adalah relawan yang ikut berpartisipasi dalam platform Stalgy
System, untuk menyalurkan barang-barang ke yayasan
atau daerah tertentu.
Sehingga barang-barang yang telah diberikan
oleh donatur dapat tersalurkan sesuai dengan tujuan.
c) Masyarakat
Peran masyarakat disini sangat penting,
yaitu sebagai partisipan terhadap program aplikasi yang
diusulkan. Sebagaimana masyarakat
juga pelaku utama dalam porgam tersebut yaitu sebagai
donatur dari penyaluran barang-barangnya yang sudah tidak
terpakai.
4.
Peran Mahasiswa
Mahasiswa memiliki peran penting dalam
program ini, selain pencipta program,
mahasiswa juga berperan dalam berjalannya program
sampai mencapai tujuan.
Program ini merupakan asli usulan dari penulis yang nantinya diharapkan dapat terealisasi. Selain itu, agar program ini terlaksana penulis
akan mensosialisasikan program
ini kepada pihak terkait,
khusunya pada pemerintah daerah yang dapat menganalisis baik buruknya program ini jika dijalankan. Program ini nantinya juga akan
melalui tahap uji coba terlebih
dahulu, supaya terlaksana dengan maksimal.Dalam
rangka partisipasi terhadap program inimahasiswa juga memiliki peranpenting untuk terjun kepada masyarakat guna
pemahaman dan pencapaian tujuan.
5.
Luaran
|
Kelebihan |
Kekurangan |
|
Program
merupakan inovasi baru asli usulan dari penulis |
Program masih dalam
rancangan konsepan penulis
dan belm terealisasi |
|
Dapat membantu untuk masyarakat yang membutuhkan |
Partisipasi belum
dapat diketahui |
|
Menambah
tingkat kepedulian masyarakat dan
kesadaran masyarakat terkait pentingnya saling berbagi |
Masih perlunya sosialisasi secara merata, agar masyarakat secara luas
mengetahui program ini |
|
Memanfaatkan
barang-barang yang sudah tidak terpakai |
Perlu adanya pengarahan mengenai
pengoperasian program aplikasi
ini |
|
Menjadikan media
internet lebih bermanfaat dalam penggunaannya |
Perlunya
kerjasama dengan pihak yang ahli
dalam pemrograman atau
pembuatan aplikasi |
KESIMPULAN
Perubahan iklim merupakan kondisi
bumi mengalami perubahan
pada atmosfernya seperti
perubahan suhu dan distribusi curah hujan yamg berdampak luas bagi sektor kehidupan manusia salah satunya sektor ekonomi dan sosial. Perubahan iklim dardampak pada pekerjaan yang memanfaatkan iklim
sebagai ramalan penghasilannyaperlu adanya minimalisir perubahana iklim dari hal terkecil yaitu pemanfaatan barang yang tidak terpakai. Hal tersebut dapat maminimalisir barang yang tidak terpakai dengan melakukan pemanfaatan kembali baik itu didaur ulang ataupun di salurkan kembali ke
orang yang lebih membutuhkan.
Oleh karena itu penulis menuangkan
gagasannya untuk membuat platform Stalgy System yang berfungsi
sebagai media penyaluran barang yang tidak terpakai
kepada yayasan atau daerah membutuhkan bantuan untuk mengurangi mangkraknya barang yang tidak terpakai agar tidak menjadi
limbah. Dalam platform ini pengguna dapat menjadi
donatur dan volunteer yang dapat
membantu orang-orang yang membutuhkan
barang.
LAMPIRAN
![]() |
DAFTAR PUSTAKA
Ayu, Arfyana Citra. 2021.
Di tengah pandemi,
Indonesia jadi negara paling dermawan
di dunia. Diakses
pukul 12.27 WIB dari https://nasional.kontan.co.id.
Nurhayati, Diana, dkk. 2020. Persepsi
dan Strategi Adaptasi Masyarakat terhadap Perubahan Iklim di kawasan
Asia Tenggara, Jurnla Proteksi: Jurnal Lingkungan Berkelanjutan 1(1).
Wangke, Humphrey. 2021. Kerjasama
Internasional Mengatasi Perubahan Iklim, Info Singkat 13(15).



Komentar
Posting Komentar