PENDAHULUAN

Perubahan iklim merupakan sebuah komdisi dimana bumi ini mengalami perubahan kondisi atmosfernya seperti perubahan suhu dan distribusi curah hujan yamg berdampak luas bagi sektor kehidupan manusia. Perubahan iklim ini menjadi ancaman serius, selalu berkembang dan bersifat multidimensional karena berbagai bidang turut terancam seperti bidang transportasi, pertanian, ekonomi dan lain sebagainya. Tentu hal tersebut dapat menggoyahkan kehidupan manusia diberbagai tingkatan.1 Perubahan ikilm juga terjadi akibat pemanasan global karena pola dan aktivitas manusia yang sembarangan dan tidak menjaga lingkungan. Dari hal terkecil seperti dalam buang sampah sembarangan, pemanfaatan barang bekas. Berdasarkan hasil peneletian mengenai persepsi masyarakat terhadap perubahan iklim yang telah dilakukan oleh Mannandhar et.all, 45% rumah tangga merasakan dampak perubahan iklim secara pribadi. Karena kebanyakan rumah tangga tersebut bermata pencaharian sebagai petani.2 Selain itu perubahan iklim juga dapat disebabkan oleh karbondioksida atau CO2. 


Gambar 1. Besaran Emisi Karbondioksida yang dihasilkan Negara Maju

Sumber: Our World in Data based on the Global Carbon Project, 2020


Berdasarkan gambar diatas menunjukkan bahwa emisi karbon didominasi oleh negara maju, namun dampaknya lebih banyak dirasakan oleh negara berkembang yang menanggung perubahan iklim.3 Dampak perubahan iklim tersebut dapat merugikam perekonomian karena negara-negara berkembang seperti salah satunya negara Indonesia ini bermata pencaharian sebagai petani yang dalam melakukan kegiatan pertaniannya mengandalkan perkiraan cuaca dan iklim dan mempengaruhi pula pada hasil panennya.

Perilaku manusia sendiri kurang menjaga lingkungan sehingga kondisi lingkungan tidak stabil dan dapat berakibat fatal, tidak hanya bagi beberapa kelompok saja namum dapat pula berdampak untuk alam semesta. Kurang dapat memannfaatkan yang ada contohnya. Membeli barang-barang baru dengan memangkrakan barang lama menjadi tumpukan sampah yang hanya menjadi limbah. Kesadaran akan pemanfaatan barang lama yang tidak terpakai sangat penting untuk membantu mengurangi limbah-limbah yang menjadi polusi yang dapat meningkatkan pemanasan global. Pemanfaatan barang tidak terpakai imi perlu digalakan baik itu didaur ulang ataupun disalurkan kepada orang lain yang lebih membutuhkan.

Mengingat Indonesia imi menjadi negara peringkat pertama sebagai negara dermawan di dunia menurut Charities Aid Foundation (CAF). Hal tersebut didukung oleh masyarakat yang menyumbangkan uang atau hartanya untuk membayar kewajiban zakat. Antusiasme masyarakat patut diapresiasi karena senantiasa melakukan gotong royong.4 Memberikan barang yang tidak terpakai kepada orang yang membutuhkan salah satu hal yang positif, asalkan masih layak untuk digunakan. Hal tersebut dapat membantu seseorang dalam memenuhi kelangsungan hidupnya dan membantu pemerintah dalam melakukan pembangunan untuk mengatasi kemiskinan sekaligus meminimalsisir perubaham iklim dari hal terkecil.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRANSFORMASI KERUANGAN DI KOTA YOGYAKARTA: ANALISIS PERMASALAHAN IDENTITAS TEMPAT DAN DEGRADASI MEMORI KOLEKTIF TERHADAP TATA RUANG DI YOGYAKARTA

Stalgy System (Social Digital Technology System) Inovasi Pemanfaatan Barang Tidak Terpakai Berbasis Platform Sebagai Upaya Meminimalisir Perubahan Iklim [ Karya Esai Nusantara Berkarya 2021 ]

Upaya Integrasi Perilaku Konservasi Dan Pro Energi Terbarukan Di Kepulauan Bangka Belitung Sebagai Bentuk Mitigasi Perubahan Iklim Untuk Mengatasi Fenomena Destabilisasi Cuaca Global [ Juara 3 Karya Esai Nusantara Berkarya 2021 ]