Kota Sebagai Gejala Psikologi

oleh Al Dino


Kota merupakan wilayah yang bisa di katakan sebagai peradaban paling moderen di era sekarang ini yang menyediakan bebagai macam bentuk sarana dan prasarana yang tidak di dapatkan di desa atau pelosok. Mengapa demikian ?, dikarenakan kota menjadi titik kumpul bagi orang-orang di segala penjuru untuk mencari peruntungan, berpetualang, atau yang sering kita dengar istilah “mengadu nasib di ibu kota”. Kota juga dapat memberikan efek kepada orang-orang, misalnya orang miskin yang memulai bekerja keras di kota bisa menjadi kaya, orang kaya yang terlalu terlarut dalam kehidupan mewah yang ada di kota dan menghambur-hamburkan uangnya bisa menjadi miskin, orang kaya dalam hal ini pebisnis yang melihat sebuah kota sebagai ladang uang akan menjadi semakin kaya dan lain sebagainya. Di balik gemerlapnya kota selalu saja ada daerah- daerah kumuh dan jarang sekali di saksikan oleh orang banyak tetapi jika dilihat lebih teliti maka akan terlihat daerah-daerah tersebut yang merupakan bagian dari kota. Tetapi jangan beranggapan bahwa daerah kumuh merupakan daerah yang suram karena selalu ada kebahagian teramat besar untuk orang-orang kecil yang dikucilkan..

Secara sederhana jika di di lihat kota itu dapat di ibaratkan sebagai otak manusia yang merupakan organ paling penting dalam anatomi tubuh yang mengatur segala bentuk hal yang di lakukan oleh tubuh manusia. Jadi tanpa kita sadari dunia dapat di analogikan sebagai sebuah tubuh yang hidup. Manusia sebagai sel darah, ekonomi sebagai penggerak, jalanan sebagai syaraf-syaraf dan hutan sebagai paru-paru dunia. Jadi jika di pandang dengan sudut pandang psikologi yang secara sederhana dapat di artikan sebagai studi yang mempelajari perilaku dan proses mental manusia. Berdasarkan pemaparan di atas dapat di katakan bahwasanya ternyata kota dapat di analogikan sebagai sumber gejala psikologi karena segala bentuk perilaku dan mental seseorang itu berasal dari otak. Tanpa kita sadari semua manusia di dunia ini sedang membangun sebuah kehidupan yang waras atau tidaknya, dan baik atau buruknya hal yang di alami dunia merupakan hasil dari perkembangan manusia. Jika berbicara tentang gejala psikologi banyak gejala-gejala perilaku atau mental yang di ciptakan kota dalam hal ini otak memberikan dampak yang bergagam pada dunia. Contohya seperti jika pemimpin sebuah kota adalah seorang yang diktator dan semena-mena maka masyarakat akan merasa tertetekan dan tidak dapat berkembang dan membenci pemimpin tersebut, begitu pun manusia jika seseorang mempertahankan egonya dan tidak mau mendengarkan


pendapat orang lain maka orang tersebut tidak akan berkembang dan dapat di tolak oleh masyarakat sehingga sulit bersosialisasi. Hal ini juga berlaku sebaliknya jika pemimpin sebuah selalu memikirkan kebahagiaan dan kesejahteraan masyarakatnya maka pemimpin tersebut akan di cintai rakyatnya begitupun pemikiran manusia yang jika seseorang berfikiran untuk maju dan melewati segala rintangan dalam hidup pasti akan meminta saran-saran masukan dari orang lain agar dia mampu berkembang.

Mengajari tanpa kata-kata, mempertunjukkan tanpa tindakan. Yang demikiannlah itu adalah cara seorang guru.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

TRANSFORMASI KERUANGAN DI KOTA YOGYAKARTA: ANALISIS PERMASALAHAN IDENTITAS TEMPAT DAN DEGRADASI MEMORI KOLEKTIF TERHADAP TATA RUANG DI YOGYAKARTA

Stalgy System (Social Digital Technology System) Inovasi Pemanfaatan Barang Tidak Terpakai Berbasis Platform Sebagai Upaya Meminimalisir Perubahan Iklim [ Karya Esai Nusantara Berkarya 2021 ]

Upaya Integrasi Perilaku Konservasi Dan Pro Energi Terbarukan Di Kepulauan Bangka Belitung Sebagai Bentuk Mitigasi Perubahan Iklim Untuk Mengatasi Fenomena Destabilisasi Cuaca Global [ Juara 3 Karya Esai Nusantara Berkarya 2021 ]